FAKTAPALU.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memaparkan sejumlah capaian strategis dari kementerian yang dipimpinnya sepanjang triwulan I tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026).
Dalam paparannya, Tito mengungkapkan keberhasilan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah pada Februari 2026.
Forum tersebut dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, terutama untuk mendukung berbagai program prioritas Presiden di seluruh wilayah Indonesia.
“Kegiatan ini diikuti ribuan peserta dari berbagai unsur pemerintah pusat dan daerah,” katanya di hadapan Komisi II DPRI.
Selain itu, Kemendagri juga berperan aktif dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera.
Dukungan tersebut meliputi pembentukan Sekretariat Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, pembinaan penggunaan anggaran daerah terdampak, serta pelayanan administrasi kependudukan melalui program jemput bola bagi masyarakat korban bencana.
Untuk mempercepat pemulihan, Kemendagri juga mengirimkan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri serta Aparatur Sipil Negara Kemendagri dalam beberapa gelombang ke daerah terdampak. Langkah ini dilakukan agar proses pemulihan di daerah dapat berjalan lebih cepat dan terkoordinasi.
Di sisi lain, Kemendagri juga terus melakukan pembinaan terhadap kepala daerah, terutama dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan.
Mendagri juga menegaskan adanya edaran penundaan perjalanan ke luar negeri bagi kepala daerah selama tujuh hari sebelum dan tujuh hari setelah Lebaran agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.
Capaian penting juga terlihat di bidang administrasi kependudukan. Tingkat perekaman KTP elektronik secara nasional telah mencapai 97,64 persen.
“Selain itu, pemadanan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan data kependudukan juga telah mencapai 98,68 persen, yang menunjukkan peningkatan akurasi data nasional,” ungkap Tito.
Lebih lanjut, Mendagri menegaskan bahwa Kemendagri memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program prioritas Presiden di daerah. Dukungan tersebut mencakup pengawalan pertumbuhan ekonomi daerah, pengendalian inflasi, hingga pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
Kemendagri juga turut mendukung sejumlah program strategis lain seperti pembangunan 3 juta rumah, pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pengelolaan sampah menjadi energi listrik, hingga Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
“Selain itu, Kemendagri juga mendukung pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mendagri juga mengungkapkan bahwa realisasi anggaran Kemendagri hingga 29 Maret 2026 telah mencapai Rp1,005 triliun atau sekitar 12,85 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp7,82 triliun.[mut]













