Apresiasi Merger Subholding Pertamina: Puskepi Nilai Konsolidasi BUMN Energi Efektif Pangkas Birokrasi dan Biaya Operasional

Pertamina EP Kelola Mandiri Sumur Gas Jatinegara
Foto dokumen Pertamina

Faktapalu.id, EKONOMI – Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan proses merger atau penggabungan sejumlah subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero). Langkah ini dipandang sebagai terobosan berani dalam mereformasi struktur internal perusahaan energi plat merah tersebut.

Penggabungan entitas yang mencakup lini distribusi, pengolahan, hingga pengangkutan energi ini dinilai efektif untuk memangkas birokrasi yang selama ini dianggap terlalu gemuk. Dengan sistem yang lebih ramping, Pertamina diharapkan mampu bergerak lebih lincah dan responsif dalam menghadapi fluktuasi pasar energi global yang dinamis.

Menghilangkan Persaingan Internal BUMN

Direktur Puskepi, Sofyano, menjelaskan bahwa sebelum adanya konsolidasi ini, banyak anak perusahaan BUMN yang menjalankan fungsi serupa. Hal tersebut sering kali memicu persaingan internal yang tidak sehat dan tidak efisien bagi keuangan negara.

“Merger ini menjadi solusi jitu untuk menyatukan komando dan mengoptimalkan aset negara. Integrasi dari hulu ke hilir memastikan setiap lini usaha bergerak selaras, mengurangi duplikasi jabatan, dan menekan biaya operasional yang sebelumnya terpecah-pecah,” ujar Sofyano, Senin (9/2/2026).

Inspirasi Bagi Pelindo dan Angkasa Pura

Keberhasilan transformasi di tubuh Pertamina ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi sektor BUMN lainnya, seperti sektor pelabuhan (Pelindo) dan pengelola bandara (Angkasa Pura). Puskepi mendorong institusi seperti Danantara untuk berperan aktif sebagai motor penggerak reformasi struktural di berbagai lini usaha milik negara.

Menurut Puskepi, konsolidasi bukan sekadar penggabungan administrasi semata, melainkan sebuah upaya besar untuk membangun daya saing nasional. Harapannya, BUMN Indonesia tidak hanya mendominasi pasar domestik atau “jago kandang”, tetapi juga memiliki kapasitas untuk bersaing di level internasional.

Langkah efisiensi ini diprediksi akan memperkuat fundamental ekonomi nasional melalui pengelolaan energi yang lebih terintegrasi dan akuntabel di masa depan.

(*Drw)