Bukan Resesi! Menkeu Tegaskan Sektor Riil Indonesia Tetap Tumbuh di Tengah Isu Negatif

Menkeu Purbaya Minta Direksi BEI Sikat Goreng Saham
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa/net

Faktapalu.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan sikap optimis dalam Sidang Kabinet di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026). Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, ia menyindir sejumlah pengamat dan narasi media sosial yang menyebut ekonomi Indonesia sedang morat-marit atau memasuki fase resesi.

Purbaya menegaskan bahwa narasi negatif yang beredar, terutama di platform seperti TikTok, tidak berdasar dan jauh dari kenyataan data lapangan. Menurutnya, indikator ekonomi makro Indonesia saat ini justru menunjukkan performa yang solid dan ekspansif.

Manufaktur dan Otomotif Tumbuh Pesat

Berdasarkan rilis pada Sabtu (14/3/2026), data menunjukkan bahwa Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Februari 2026 justru mencapai angka 53,8. Angka ini merupakan level ekspansi tertinggi, yang menandakan aktivitas industri nasional berada dalam kondisi sangat produktif.

Selain itu, sektor otomotif juga mencatat pertumbuhan penjualan yang signifikan sebesar 12,2 persen. Lonjakan ini menjadi bukti nyata bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga kuat, mematahkan spekulasi mengenai penurunan konsumsi rumah tangga akibat krisis ekonomi.

Inflasi Inti Tetap Terkendali

Mengenai angka inflasi yang menyentuh 4,76 persen, Menkeu memberikan penjelasan teknis untuk menepis kekhawatiran publik. Ia menyebut angka tersebut terdistorsi oleh kebijakan penyesuaian subsidi listrik tahun lalu, sementara jika dilihat secara mendalam, inflasi inti sebenarnya masih sangat terkendali.

“Data berbicara sebaliknya dari narasi pesimistis di media sosial. Sektor riil kita bergerak dan fundamental ekonomi tetap kokoh,” tegas Purbaya. Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga momentum pertumbuhan ini guna memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terlindungi dari dampak fluktuasi global.

(*Drw)