FAKTAPALU.ID — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) kelautan dan perikanan sebagai pilar utama keberlanjutan ekonomi biru nasional. Penguatan tersebut diwujudkan melalui Pertemuan Nasional Mitra Pembangunan bertajuk “Mewujudkan SDM KP Unggul melalui Kolaborasi Pelatihan Mendukung Ekonomi Biru” yang digelar di Jakarta, Senin (26/1).
Forum strategis yang diselenggarakan oleh Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan (Puslat KP) di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) ini menjadi ruang konsolidasi kolaborasi antara KKP dengan mitra pembangunan nasional dan internasional. Fokus utama diarahkan pada pengembangan pelatihan, peningkatan kompetensi, serta sertifikasi SDM kelautan dan perikanan yang adaptif terhadap dinamika global dan dampak perubahan iklim.
Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta, menegaskan bahwa keberhasilan implementasi ekonomi biru tidak dapat dilepaskan dari kesiapan SDM yang profesional, tersertifikasi, dan berdaya saing. Menurutnya, pembangunan sektor kelautan dan perikanan tidak cukup hanya berorientasi pada program fisik, melainkan harus dibarengi penguatan kapasitas manusia di seluruh rantai pengelolaan, mulai dari perikanan tangkap, budi daya, konservasi, hingga pengawasan.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak, khususnya dalam mendorong sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional maupun internasional. Langkah tersebut dinilai krusial untuk memastikan kredibilitas dan kesiapan SDM kelautan dan perikanan Indonesia menghadapi tantangan masa depan.
Nyoman juga mengaitkan penguatan SDM KP dengan arah kebijakan nasional sebagaimana tertuang dalam Astacita Presiden RI, di mana sektor kelautan dan perikanan diposisikan sebagai modal strategis dalam memperkuat ketahanan pangan, mendorong pertumbuhan ekonomi biru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir menuju Indonesia Emas 2045.
Sejalan dengan itu, Kepala Puslat KP Lilly Aprilya Pregiwati menyampaikan bahwa dalam lima tahun terakhir, kolaborasi pelatihan bersama mitra pembangunan telah menjangkau lebih dari 10.700 peserta di berbagai daerah. Program tersebut terintegrasi dalam sistem Learning Management System (LMS) E-Milea guna menjamin standardisasi dan keberlanjutan pelatihan.
Pelatihan difokuskan untuk mendukung program prioritas KKP, seperti penangkapan ikan terukur berbasis kuota, perluasan kawasan konservasi perairan, pengawasan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, serta inisiatif Laut Sehat Bebas Sampah.
Dukungan mitra pembangunan turut menguatkan agenda ini. Environmental Defense Fund (EDF) Indonesia dan RARE Indonesia menegaskan komitmennya dalam penguatan kapasitas SDM KP melalui pendekatan pengelolaan perikanan berkelanjutan dan perubahan perilaku berbasis masyarakat. Kolaborasi tersebut telah menghasilkan puluhan modul pelatihan yang mendukung pendekatan pengelolaan perikanan berbasis ekosistem.
Dampak pelatihan dirasakan langsung di lapangan. Sejumlah penyuluh dan nelayan penerima manfaat mengakui adanya peningkatan kapasitas dalam pendampingan masyarakat, praktik penangkapan ramah lingkungan, hingga literasi keuangan rumah tangga nelayan.
Sebagai penutup, para pihak menandatangani Komitmen Bersama Pengembangan Kapasitas SDM Kelautan dan Perikanan Tahun 2026, yang menegaskan kesepakatan untuk memperkuat kolaborasi pelatihan yang berdampak, terukur, dan berkelanjutan. Komitmen ini dilanjutkan dengan pelatihan teknis Framework for Integrated Stock and Habitat Evaluation (FISHE) sebagai bentuk implementasi konkret penguatan SDM KP.[mut]













